Bencet Sundial Falak

Jam Istiwa' Digital & Waktu Bencet

Jam matahari hakiki (*Waktu Istiwa'* / WIS) berdetik realtime, konverter dua arah antara waktu standar lokal (WIB/WITA/WIT) dan waktu bencet untuk 514 kota, serta parameter astronomis perata waktu (*Ta'dilur Waqti*) berdasarkan hisab falak syar'i Nusantara.

Lokasi Hisab: Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan) • Bujur: 114.5908° BT • Zona: WITA (UTC+8)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ZAWAL WIS
Sundial Dial Istiwa' (Zawal = Pukul 12)
☀️ Waktu Istiwa' (Matahari Hakiki)
07:14:49
Satuan: WIS (Waktu Istiwa') • Bencet Tongkat Istiwa'
⏱️ Waktu Standar Wilayah
07:20:28
Zona: WITA (UTC+8) • Senin, 26 Oktober 2026
Selisih Waktu Zawal: -5 menit 39 detik (Zawal Astronomis hari ini terjadi pukul 12:05:39 WITA)

Konverter Interaktif: Waktu Lokal ↔ Waktu Istiwa'

Konversikan jam sholat atau waktu kegiatan antara jam arloji umum (WITA) dan jam bencet istiwa' (WIS) untuk Kota Banjarmasin hari ini.

→

Ubah Jam WITA ke Jam Istiwa' (WIS)

Hasil Jam Istiwa' (WIS): 11:54:21 WIS
←

Ubah Jam Istiwa' (WIS) ke Jam WITA

Hasil Jam Standar (WITA): 12:05:39 WITA
Kaidah Hitung Falak: Saat matahari berada tepat di meridian langit (Zawal sejati), waktu istiwa' didefinisikan tepat 12:00:00 WIS. Selisih Δt = 12:00:00 − Tzawal_lokal. Maka rumus konversinya adalah: Jam Istiwa' (WIS) = Jam Lokal + Δt.

Parameter Astronomis Matahari Hari Ini (Kota Banjarmasin)

Perata Waktu (Equation of Time / Ta'dilur Waqti) +15m 59s

Koreksi ketidakteraturan orbit elips bumi dan kemiringan sumbu rotasi terhadap matahari rata-rata.

Deklinasi Matahari (Mail asy-Syams) -12° 21' 60"

Jarak sudut posisi matahari di utara (+) atau selatan (−) garis ekuator langit bumi.

Waktu Zawal Astronomis Murni 12:05:39 WITA

Waktu transit titik pusat piringan matahari tepat melintasi garis meridian bujur lokal sebelum ihtiyath.

Selisih Bujur Daerah (λ − λ₀) -5.41°

Perbedaan posisi bujur kota terhadap garis meridian acuan zona WITA (120° BT).

Ketinggian Kulminasi (Irtifa' Zawal) 80.95°

Sudut elevasi matahari di atas garis ufuk saat mencapai titik tertinggi di langit pada tengah hari.

Bayangan Zawal (Zhil az-Zawal) 0.159 × tongkat

Panjang bayangan minimum tongkat istiwa' saat matahari tegak kulminasi sebelum tergelincir masuk Dzuhur.

Tradisi Tongkat Istiwa' (Bencet) & Fiqih Falak Nusantara

Sebelum jam mekanik dan jam digital diperkenalkan luas di Indonesia, masjid-masjid bersejarah dan pesantren salafiyah di seluruh Nusantara mengandalkan perangkat jam matahari yang disebut tongkat istiwa', bencet, atau mizwalah (jam bayang-bayang matahari).

Bukti sejarah ini dapat dijumpai hingga hari ini di pelataran Masjid Agung Demak, Menara Kudus, Masjid Agung Surakarta, Masjid Jami' Tuban, Masjid Luar Batang Jakarta, hingga surau-surau tuo di Minangkabau. Pada sebuah pelataran semen atau marmer datar yang terkalibrasi dengan garis arah kiblat dan meridian utara-selatan, sebuah tongkat besi atau kuningan tegak lurus (disebut miqyas) ditancapkan untuk mengamati gerak bayangan matahari secara langsung.

Rujukan Kitab Turats Falakiyah Ulama Nusantara

Para ulama falak Nusantara menulis karya-karya monumental yang memadukan hisab falakiyah astronomis dengan ketelitian syariat fiqih madzhab Syafi'i:

  • Sullam an-Nayyirain karya KH Muhammad Manshur al-Batawi (Jembatan Lima, Batavia) — kitab babon hisab pergerakan matahari dan bulan yang menjadi rujukan ribuan pesantren di Jawa dan Betawi.
  • Tadzkiroh al-Ikhwan fi Ba'dhi Amaliyah Hilal wa Mizwalah karya ulama-ulama falak Nusantara — menguraikan secara rinci cara pembuatan dial bencet dan pembagian garis waktu sholat.
  • Al-Khulashah al-Wafiyyah karya Syaikh Zubair Umar al-Jailani (Salatiga) — kitab modern yang mensintesiskan metode astronomi bola klasik dengan tabel modern perata waktu (*Equation of Time*).
  • Fathur Rauf al-Mannan karya Syaikh Abu Hamdan Abdul Jalil (Kudus) — mengulas kaidah hisab hakiki tahqiqi penentuan awal waktu sholat dan hilal.

Kaidah Penentuan Waktu Sholat Hakiki

Dalam tinjauan fiqih falak syar'i, Waktu Istiwa' (WIS) memiliki hubungan langsung dengan tanda-tanda alam masuknya waktu sholat:

  • Dzuhur: Masuk saat bayangan tongkat istiwa' mulai bergeser ke arah timur setelah mencapai titik terpendeknya pada pukul 12:00:00 WIS (ditambah 2 menit ihtiyath).
  • Ashar: Masuk saat panjang bayangan tongkat istiwa' bertambah melebihi panjang bendanya ditambah panjang bayangan saat zawal (*Zhil az-Zawal*).
  • Maghrib: Masuk saat seluruh piringan bundaran matahari telah terbenam sempurna di bawah ufuk mar'i (*sunset*).
  • Isya: Masuk saat mega merah (*syafaq al-ahmar*) di ufuk barat hilang sempurna (matahari berada pada kedalaman −18° di bawah ufuk).
  • Subuh: Masuk saat terbitnya fajar shadiq, yaitu cahaya putih melintang di ufuk timur (matahari pada kedalaman −20° di bawah ufuk).

Eksplorasi Layanan Jadwal Adzan